Jumat, 07 Juli 2017

2 Motivasi Hidup Yang Sering Salah Diterapkan

Tags

Terkadang kita salah persepsi dengan perkataan yang satu ini yakni “Makan Untuk Hidup atau Hidup Untuk Makan”. Kehidupan merupakan interaksi serta beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dalam sehari hari. Berbicara kontek kehidupan, mungkin banyak sekali pengertian pengertian yang ada, apa lagi menurut para ahli dan sebagainya. Kehidupan juga dituntut kita untuk hidup bermakna, berpengetahuan, beradap, beretika, dan banyak sekali yang harus kita lakukan dalam sehari hari.

Hidup harus ada tujuan, tanpa tujuan hidup maka kehidupan kita sia sia. Tujuan hidup banyak sekali dan itu tergantung pada prinsip masing masing manusia. Begitu juga dengan manusia yang sifat dan karakternya berbeda, yang pasti semua memiliki tujuan hidup walaupun berbeda. Kehidupan ini ibarat roda berputar, yang terkadang kita berada di atas dan kadang kala kita berada di bawah, itu lah roda kehidupan.

Makan untuk hidup atau hidup untuk makan

Penunjang hidup yaitu “makanan”, maka dalam kontek kehidupan ada dua pemahaman, yakni “makan untuk hidup” dan “hidup untuk makan”. Diantara kedua pemahaman ini, mari kita renungkan, kategori manakah yang anda terapkan? Pilihan ada pada diri kita masing masing. Dan kedua pemahaman di atas menurut hemat saya, yang paling tepat adalah “makan untuk hidup”. Pertanyaannya kenapa demikian? Karena dengan makan untuk hidup, maka kita dapat melangkah lebih maju, serta dapat melakukan kegiatan lainnya, dan atau kita dapat berinteraksi dengan lingkungan masyarakat lainnya.

Makan Untuk Hidup
Makan itu memang untuk hidup, maknanya dengan kita makan secukupnya maka kita dapat melakukan kegiatan kegiatan seperti pekerjaan, dapat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat sekitar, bahkan banyak sekali hal hal positif yang dapat kita lakukan setelah makan. Bukan itu saja, bahkan pikiran pun tenang serta pekerjaan pun lancar sesudah makan. Dengan makanan kita dapat melakukan kegiatan serta pekerjaan dalam sehari hari.

Bila hidup ini anda fokuskan untuk makan, itu salah besar. Makan itu untuk hidup, bukan hidup untuk makan, dan bila pemahaman anda hidup untuk makan, maka tak jauh beda dengan kegiatan orang yang sepaham dengan anda. Hidup untuk makan pikiran ngantuk, malas, kurangnya ide, serta banyak sekali hal hal neganif yang terbendung dipikiran anda. Kenapa tidak, setelah makan ngantuk, malas bawaannya tidur serta mimpi indah.

Kehidupan itu harus ada cita cita serta ada tujuan, tanpa ada tujuan maka hidup hampa. Dalam kehidupan banyaklah berbuat, dan jangan kebanyakan berfikir. Berfikir itu penting, ibarat kita lagi merencanakan sesuatu yang berjutuan untuk masa depan yang lebih baik. Maka banyaklah berbuat semasa hidup, tanpa berbuat maka hasilnya “zero”.

Bangun pagi, sarapan sebelum anda bekerja atau melakukan sesuatu, guna untuk meningkatkan tenaga, dan anda pun semangat dalam melakukan pekerjaan. Berfikir itu pada saat anda merencanakan sesuatu, dan berfikirlah secara matang sebelum anda mengerjakan. Selanjutnya kerjakan apa yang sudah anda rencanakan.

Hidup Untuk Makan
Hidup untuk makan itu merupakan pemahaman yang salah, dan bila itu yang terjadi pada diri anda, maka mulai sekarang rubahlah menjadi makan untuk hidup. Kehidupan bila hidup untuk makan, sangat sulit mencapai sukses, karena manusia ini selalu menikmati hasil kekenyangannya saja, bukan bekerja atau melakukan hal hal yang berdampak positif minimal sekali untuk diri sendiri, serta berbuat baik untuk orang lain, melainkan menikmati kekenyangannya tadi. Nah, bila itu yang terjadi bagaimana kehidupannya kedepan.

Maka mulai sekarang mari memilih pemahaman yang tepat, serta berbuat hal hal yang menghasilkan. Kunci hidup lebih baik serta mendapatkan kesuksesan, ciptakan kehidupan ini yang bermakna dan bertujuan. Selanjutnya lakukan serta kerjakan apa yang dapat anda lakukan sesuai dengan kemampuan masing masing. Waktu itu tak pernah diam, dan dia selalu melihat manusia manusia yang malas serta hidup untuk makan saja. Dan waktu terus berjalan tanpa henti, dan bila anda melihat jam dirumah diam dan berhenti, itu bukan bearti waktu itu sudah diam melainkan jam anda yang kurang sehat, alias baterainya lowbate.

Bila anda ingin sukses sebagai mana yang anda harapkan dan menjadi harapan orang tua, maka mulai sekarang ubahlah cara berfikir yang salah menjadi benar. Dalam kehidupan jangan banyak berharap, karena harapan itu terkadang membuat anda kecewa, maka mulai sekarang teruslah berusaha serta berbuat apa saja yang menurut anda bermanfaat. Karena apapun yang anda lakukan, pasti ada hasilnya, baik itu tidak nyata maupun nyata. Misalnya anda belajar maka hasilnya anda pintar, dan bila anda ketiduran maka hasilnya ketinggalan, itulah kehidupan.

Berbuat sesuatu, anda sudah maju satu langkah menuju sukses. Maka teruslah berbuat, dan jangan termenung. Buanglah malas mu itu, karena malas itu tembok besar yang menutupi jalan menuju sukses. Sukses itu ada pada diri kita sendiri, tergantung cara kita bagaimana menjalankannya.

Kesimpulannya adalah makan untuk hidup guna bersemangat meraih masa depan yang lebih baik, dengan semangat kita juga termotivasi untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan. Rubahlah cara pandang anda mengenai makan untuk hidup dan hidup untuk makan.  Selanjutnya kerjakan apa yang harus dilakukan, buanglah rasa malas yang ada, dan raih kehidupan yang lebih baik.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon