Sabtu, 22 Juli 2017

Masih Ingat Dengan Uang Logam Rp 500 dan 100 Keluaran Tahun 1991?

Mata Lhoong | Menguak misteri uang logam Rp 500 tahun 1991 yang katanya mengadung emas. Menurut pihak Bank Indonesia, koin 500 keluaran tahun 1991 yang disebut sebut mengandung logam mulia emas tentu tidak benar. Uang logam tersebut hanya berbahan alumunium brown sehingga memiliki warna yang tidak mudah berubah. Mungkin, kamu dulu termasuk orang yang percaya terkait dengan uang logam 500 tahun 1991 bukan?

Hehehee... Walaupun sudah mengetahuinya. Namun, pada saat itu, banyak yang mencari uang logam yang keluaran tahun 1991. Tidak hanya koin 500, melainkan uang logam 100 rupiah juga diburu dengan alasan ada kandungan emas, sehingga banyak dari uang keluaran tahun 1991 dibuat menjadi cincin. Termasuk kamu kan?

Uang logam 500 tahun keluar 1991

Padahal itu hanya campuran alumunium brown sehingga memiliki warna yang tidak mudah pudar, bahkan warna keemasan pun keluar. Oleh karena itu, tidak sedikit masyarakat yang menganggap uang koin tersebut mengandung emas. lalu apa alasan uang itu sangat mirip namun bukan emas?

Alasan tidak mungkin ada bahan baku logam mulia pada uang keluaran 1991.
Menurut Kepala Departemen Cetak Uang Logam dan Logam Non Uang Peruri pada 29 Mei 2013 silam. Biaya atau nilai bahan baku untuk produksi uang rupiah harus lebih rendah dengan nominal yang tertera pada nilai uang. Sebagai contoh, untuk nilai uang 500 rupiah, maka biaya produksi harus lebih rendah dari harga uang tersebut.

Kenyataannya berbalik, banyak kalangan masyarakat yang berburu uang keluaran 1991. Perlu anda ketahui, alasan tidak mungkin ada kandungan emas pada uang logam baik itu pada 500 rupian maupun Rp 100. Hal ini dikarenakan harga emas yang mahal jelas tidak memenuhi syarat untuk produksi uang tersebut.

Memang, sekilas memperhatikan. Uang keluaran 1991 tentu jauh berbeda warnanya dibandingkan dengan uang lainnya. Uang koin Rp 500 atau 100 keluaran 1991 terlihat lebih kuning cemerlang. Walaupun sudah bertahun, namun warna itu tetap bertahan dan tidak akan pudar. Mungkin, dengan warna keemasan ini yang membuat masyarakat menyangka pada uang tersebut menyimpan kandungan emas.

Kenyataannya, pemerintah RI menggunakan bahan baku dari alumunium brown sebagai pembuatan uang logam itu. Sifatnya yang tidak mudah berubah warna, sehingga membuat koin ini disangka benar adanya kandungan emas.

Bahan baku yang banyak digunakan untuk produksi uang adalah logam alumunium, kuningan, dan juga nikel. Akan tetapi, secara umum untuk bahan baku yang paling digunakan adalah alumunium. Alasannya selain mudah juga murah. Sedikit berbeda dengan koin 500 rupiah. Uang ini dibuat dari bahan dasar alumunium brown.

Jadi Benar Tidak Ada Uang Koin Yang Mengandung Emas?
Uang koin yang mengandung zat emas sebenarnya ada. Namun, uang koin ini dibuat pemerintah hanya untuk koleksi Bank Indonesia dan diproduksi secara terbatas. Uang logam yang mengandung bahan emas memiliki beberapa seri salah satunya yakni seri 25 tahun Kemerdekaan RI. Di bawah ini merupakan contoh gambar uang yang mengandung emas.

Uang rupiah yang dibuat dari emas hingga mencapai 999,99 %

Adapun beberapa seri uang logam emas keluaran BI yakni sebagai berikut:
Selain seri 25 tahun kemerdekaan RI, juga seri perjuangan RI angkatan 45, seri cagar alam, seri save the children, seri children of the world, seri 10 tahun pemimpin RI, dan juga seri 50 tahun kemerdekaan RI. Bahkan uang-uang koin tersebut ada yang memiliki kandungan emas mencapai 99,99%. Waw murni emas bukan? Nominalnya juga beragam, mulai dari Rp 5.000 hingga dengan Rp 850.000.

Kesimpulan dari artikel di atas adalah, uang logam keluaran 1991 baik itu nilainya Rp 500 atau 100 rupian tentu tidak mengandung emas. Yang terdapat kandungan emas hanya pada uang produksi khusus koleksi di Bank Indonesi sesuai peraturan pemerintah RI. Yang menyebabkan warna keemasan uang logam Rp 500 dan juga 100 rupian karena dibuat dari bahan alumunium brown yang sehingga membuat warna keemasan. Kamu termasuk orang yang terkecoh ngga?

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon